Soppeng- Peluncuran Pilkada Soppeng yang digelar baru-baru ini menuai sorotan tajam dari masyarakat setempat. Pasalnya, acara tersebut hanya dihadiri oleh undangan terbatas, sementara masyarakat umum tidak dapat menyaksikan langsung kegiatan tersebut. Hal ini memicu pertanyaan tentang transparansi dan aksesibilitas proses demokrasi di Soppeng.
Warga Soppeng mengungkapkan kekecewaan mereka atas terbatasnya akses terhadap acara peluncuran Pilkada. Mereka menilai bahwa kegiatan tersebut seharusnya terbuka untuk umum, mengingat pentingnya partisipasi masyarakat dalam proses pemilihan.
"Kami merasa dikucilkan. Acara ini seharusnya menjadi momen penting bagi seluruh masyarakat Soppeng, bukan hanya untuk segelintir orang," ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.ungkap Rani masyarakat
Selain itu, masyarakat juga mempertanyakan penggunaan dana yang dikeluarkan oleh KPU Soppeng untuk penyelenggaraan peluncuran Pilkada. Dikabarkan bahwa KPU menggelontorkan ratusan juta rupiah untuk acara tersebut, sementara akses masyarakat terhadap kegiatan tersebut sangat terbatas.
"Dana yang dikeluarkan untuk acara ini sangat besar. Padahal, masyarakat tidak bisa melihat langsung acaranya. Ini menunjukkan bahwa KPU tidak memprioritaskan transparansi dan efisiensi," ungkap seorang pengamat politik di Soppeng.
.jpeg)